Jumat, 10 Agustus 2018

Lirik Lagu Rossa - Hati yang Kau Sakiti


Hati yang tersakiti mungkin akan sulit untuk terobati. Terlebih lagi jika kita mengerahui kenyataan bahwa seseorang yang kita cintai sepenuh hati ternyata dengan mudahnya bersama orang lain. Seseorang yang selalu kita pikirkan kebaikannya justru sama sekali tak memperdulikan kita. Semua tergantung pada diri kita, ingin tetap bertahan dan menuggu atau menyerah dan pergi?

Rossa - Hati yang Kau Sakiti

Jangan pernah katakan bahwa cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini harus kutinggalkan dirimu
Karena hatiku selalu kau lukai

Tak ada lagi yang bisa kulakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang kurasa

Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya

Ku menangis melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus selalu kau tau
Akulah hati yang telah kau sakiti

Huuuuu...

Maafkan jika memang kini harus kutinggalkan dirimu
Karena hatiku selalu kau lukai

Tak ada lagi yang bisa kulakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang kurasa

Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya

Hoooo....

Ku menangis melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus selalu kau tau
Akulah hati yang telah kau sakiti

Ku menangis.....
Haaa....
Harus selalu kau tau...
Akulah hati yang telah kau sakiti...

Sabtu, 28 Juli 2018

Lirik Lagu Rossa - Hijrah Cinta


Menghijrahkan Cinta mungkin memang sulit. Namun sadarilah bahwa dengan menghijrahkan cintamu, mungkin kamu akan mendapatkan apa yang kamu cintai dengan cara-Nya atau mungkin kamu akan mendapatkan dia yang mencintaimu karena-Nya. Hijrahkan cintamu demi mendapat ridha dari-Nya. Dan ketahuilah bahwa seseorang yang berhasil menghijrahkan cintanya justru dia sebenarnya telah membuktikan bahwa cintanya sangat tulus dan besar. Jadi jangan risau saat engkau berusaha menghijrahkan cintamu

Rossa - Hijrah Cinta

Pada hari bulan tahun
Detik menit diriku bernafas
Ada gelombang mengerah
Memaksaku menghentikan semua

Kuhentikan kegilaan hidup
Denganmu jiwa ini terisi
Aku mencintai engkau
Begitu besar tak terbandingi

Namun bila saatnya
Aku harus pergi juga
Tinggalkan engkau Tinggalkan semua

Hijrah cintaku menguatkan alasanku
Untuk menjadi manusia lebih baik
Namun saat sinarnya datang menjeputku
Mana mungkin aku berlari

Aku harus meninggalkan semua cinta ini
Dan bila nanti bertemu Dia ku mohonkan
Kembalikanlah kami
Satukanlah lagi
Di Surga-Mu Ya Allah

Segunung kepingan dinar
Tak bisa mengalahkan kilau cintaku
Bahagiaku melihatmu
Mampu tersenyum kalahkan getir

Namun bilang saatnya
Aku harus pergi juga
Tinggalkan engkau Tinggalkan semua

Hijrah cintaku menguatkan alasanku
Untuk menjadi manusia lebih baik
Namun saat sinarnya datang menjeputku
Mana mungkin aku berlari

(Hijrah cintaku menguatkan alasanku
Untuk menjadi manusia lebih baik)
Namun saat sinarnya datang
(menjeputku, mana mungkin aku berlari)

Aku harus meninggalkan semua cinta ini
Dan bila nanti bertemu Dia ku mohonkan
Kembalikanlah kami
Satukanlah lagi
Di Surga-Mu Ya Allah
Di Surga-Mu Ya Allah
Di Surga-Mu Ya Allah

Sabtu, 30 Juni 2018

Arti Cinta


Sebenarnya cinta memiliki definisi yang beragam. Jika kau tanya, "Apa itu Cinta?" maka kau tak bisa menyalahkan jawaban yang diberikan oleh seseorang yang kau beri pertanyaan tersebut. Karena pada dasarnya definisi cinta setiap orang berbeda-beda dan terkadang juga dipengaruhi oleh pola pemikirannya, bukan hanya perasaannya.

Jika kau tanya padaku, "Apa itu Cinta?" maka akan kujawab "Cinta adalah Kebaikan dan Kebahagiaan". Mengapa begitu? Karena itulah definisi dan arti Cinta menurutku. Kebaikan dan Kebahagiaan sangat mempengaruhi adanya cinta, jika tak ada kedua point tersebut maka itu bukan cinta.

Sederhana saja,
● Saat kita mencintai Allah swt maka kita akan mendekat pada-Nya. Dengan mendekat, maka akan timbul kebaikan untuk kita dan perasaan bahagia yang teramat.
● Saat kita mencintai Rasulullah saw maka kita akan melaksanakan sunnahnya. Saat kita melaksankannya maka kita akan selalu mengingatnya sehingga kita akan menuai kebaikan dengan perubahan sikap kita dan dengan itu pula timbul kebahagiaan.
● Saat kita mencintai Orang Tua maka kita akan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Dengan begitu kebaikan akan selalu mengalir dari orang tua kita dan rasa bahagia timbul karena melihat senyum tulus dari orang tua untuk kita.
● Saat kita mencintai saudara dan keluarga maka kita akan berusaha untuk membuat mereka bangga terhadap kita dan bangga akan kehadiran kita. Semua itu akan menghadirkan kebaikan untuk semua orang dan kebahagiaan saat bersama mereka
● Saat kita mencintai sahabat dan teman kita maka kita akan selalu ada untuk mereka saat senang ataupun sedih, membuat mereka tersenyum, mengingatkan jika berbuat salah, dan selalu mendukung mereka. Kebaikan? Pastilah ada, dan hubungan mereka akan semakin baik seiring waktu. Kebahagiaan? Pasti, tak mungkin jika suka dan duka dilalui bersama namun tak ada kebahagiaan disitu
● Saat kita mencintai kekasih? Mungkin inilah yang memiliki perbedaan dalam menjalaninya. Ada yang memilih diam untuk sementara namun ada pula yang berterus terang sejak awal. Namun semua itu sama saja. Saat kita memiliki perasaan cinta kepada seseorang maka kita hanya memikirkan kebaikan untuknya, kebahagiaan untuknya, dan segala yang terbaik untuknya. Walaupun kita terkesan jahat, egois, dan tak mencintainya, namun yang terpenting bagi kita adalah melihatnya bahagia. Karena pada dasarnya cinta akan bersatu kembali jika Allah swt menakdirkannya.

Kebaikan tak usah diartikan, karena segala hal yang baik itu baik. Namun kebahagiaan? Kebahagiaan tak hanya yang kita lihat diluarnya. Bahagia diluar bukan berarti bahagia didalam. Bahagia luar dalam pun bukan berarti bahagia di depan Allah swt. Paham maksudnya?
Jadi, saat kita berbahagia akan suatu hal atau perbuatan, maka bayangkan saat kita dihadapan Allah swt, apakah hal tersebut layak kita banggakan dan kita bahagiakan di depan Allah swt? Jika layak, maka itu kebahagiaan sesungguhnya. Jika tak layak, maka itu hanya kebahagiaan semu dan ilusi yang bisa membuatmu terperangkap kapan saja.

Cinta adalah kunci kehidupan. Tanpa ada cinta maka tak ada kehidupan. Bahkan Allah pun menciptakan Alam Semesta berdasarkan cinta-Nya kepada hamba-Nya.
Cinta adalah kekuatan terbesar. Tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta, apapun itu. Saat kita mencintai, hidup terasa damai dan aman. Saat kita saling mencintai, semua kekakuan dan kejahatan akan pudar. Saat kita mencintai, semua terasa indah. Bahkan saat Rasulullah berperang, semua demi kecintaannya pada Allah, agama, dan umatnya. Bayangkan saja, jika kekuatan cinta dikerahkan, maka takkan ada perang dunia, takkan ada peperangan di Israel, karena semua orang saling mencintai.
Cinta memiliki arti lebih dalam daripada sayang. Saat kau mencintai, pasti ada rasa sayang disana, jika tidak maka itu bukan cinta. Saat kau menyayangi, belum tentu ada cinta disana. Contohnya saat kita menyayangi kucing, maka kita tak mencintai kucing, jika kau mencintai kucing, apakah kau mau memiliki ikatan yang lebih daripada sekedar majikan dan hewan peliharaannya? Namun saat kau menyayangi orang tua, disitu pun ada cinta. Karena ikatanmu tak hanya sebatas ingin menjadi anak, namun kau ingin menjadi malaikat pelindung bagi mereka, kau ingin menjadi perawat saat mereka sakit, dan lain sebagainya. Dan saat kau menyayangi kekasih, maka terdapat cinta pula disitu, karena kau mau agar hubunganmu berlanjut ke jenjang yang lebih serius.
Cinta itu Suci. Cinta itu Sakral. Cinta itu Mulia. Cinta itu Ketenangan. Cinta itu Kedamaian. Cinta itu Kekuatan. Dan yang pasti Cinta adalah Kebaikan dan Kebahagiaan.
Maka dari itu sadarilah cintamu dan biarkan cinta bertindak dengan kebaikan yang ia miliki, dan jangan kau ubah agar cinta bertindak dengan cara yang instan. Karena tindakan dalam kebaikan membutuhkan proses, perjuangan, perngorbanan, dan penantian. Dan ingatlah, pastikan kebahagiaan dalam cinta itu kebahagiaan yang tampak luar dalam dan layak dihadapan Allah.

Ingatlah selalu, Cinta adalah Kekuatan Terbesar yang dimiliki oleh semua orang. Maka dari itu jaga cintamu dengan sebaik mungkin. Hanya kau sendiri yang bisa mengatur jalannya cintamu. Jangan biarkan noda-noda yang terlihat berkilau menyesatkan jalannya cintamu.

Kamis, 28 Juni 2018

9 Perkataan Rasulullah SAW yang sudah terjadi saat ini

Tanpa kita sadari, pada zaman ini banyak sekali perkataan dari Rasulullah yang sudah terjadi. Bahkan semua perkataan ini sebagai tanda semakin dekatnya kiamat. Dengan mengetahui apa saja perkataan Rasulullah ini, diharapkan kita dapat menghindarinya dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT. Berikut 9 perkataan Rasulullah SAW yang sudah terjadi saat ini :

1. Rasa yang tidak pernah puas terhadap harta
Banyak sekali orang yang tak pernah puas akan harta yang telah didapat. Misalnya, setelah ia memiliki sepeda, ia ingin memiliki sepeda motor, setelah memiliki sepeda motor, ia ingin memiliki mobil, dan begitu seterusnya. Bahkan ada pula yang tak suka jika melihat tetangga atau teman yang lebih kaya. Syukurilah apa yang kita dapat. Karena semua itu tak akan berguna jika kita sudah mendapat gelar "Almarhum/Almarhumah" kelak. Perbanyak sedekah dan jangan pernah iri dengan orang lain. Jika kita banyak bersedakah dan selalu merasa puas akan apa yang kita miliki, insyaallah Allah akan selalu mendatangkan rezeki kepada kita. Perbanyak bersyukur.

2. Berpakaian tetapi telanjang
Tentu bukan rahasia umum lagi jika banyak orang yang berpakaian namun seperti telanjang, terutama bagi wanita. Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat kita. Terkadang banyak dari kita yang berpakaian dan berjilbab namun pakaian kita masih ketat, masih memperlihatkan lekuk tubuh kita, itulah yang disebut berpakaian tetapi telanjang. Walaupun kita mengikuti trend hijab masa kini, kita harus tetap memerhatikan cara berpakaian kita. Janganlah memakai pakaian yang ketat (press body) dan tipis, janganlah memakai aksesoris yang berlebihan, dan ingatlah bahwa fungsi jilbab adalah untuk menutupi aurat kita. Maka dari itu selalu perhatikan cara berpakaian kita, baik lelaki maupun perempuan, agar senantiasa berpakaian sesuai perintah Allah dan sunnah Rasulullah.

3. Bangunan-bangunan tinggi yang banyak didirikan
Ternyata perkataan Rasulullah yang satu ini terjadi pada saat ini. Banyaknya gedung-gedung yang saling berlomba agar menjadi bangunan tertinggi. Gedung yang menjulang tak hanya dilihat di kota-kota besar, namun hampir seluruh kota dan negara pasti memilikinya.

4. Mulai hilangnya sifat amanah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "jika amanah telah disia-sia kan maka tunggulah hari kiamat itu". Abu Hurairah bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana menyia-nyiakan amanah itu?". Rasulullah menjawab "jika satu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat itu". Kita bisa lihat, banyak sekali pemimpin yang sebenarnya ia tak pandai dalam memimpin namun ia diserahi amanah untuk memimpin. Betapa banyak orang yang tidak amanah saat ia menjalankan tugas, saat ia dipercaya untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, bersikaplah amanah dalam melakukan suatu hal.

5. Mudah menyalahkan orang lain
Jika ada orang yang berkata "wah, orang-orang sekarang sudah rusak", maka sesungguhnya dia sendirilah yang paling rusak, kata Rasulullah saw. Sesungguhnya jika ada orang yang mengatakan bahwa orang lain sudah rusak, maka timbul perasaan lebih baik dari orang lain, maka inilah yang haram disisi Rasulullah saw, haram disisi Allah swt ketika timbul perasaan lebih baik darj orang lain dan menyalah orang lain bahwa mereka telah rusak. Maka dari itu jangan pernah menghujat dan menyalahkan orang lain bahwa mereka telah rusak, karena sesungguhnya orang yang menyalahkan itulah yang paling rusak.

6. Waktu mulai terasa cepat
Sering sekali kita merasa bahwa waktu terasa begitu cepat. Misalkan saat kita merayakan idul fitri, ada yang merasa "loh, baru saja kita berpuasa, tiba-tiba sudah hari raya". Atau jika kita merasa "baru saja kemarin hari senin, kok tiba-tiba sudah hari senin lagi". Jika kita sering memiliki perasaan seperti itu, maka itulah tanda-tanda akhir zaman. Tak dapat kita pungkiri bahwa kita sering merasakan hal tersebut, namun tanpa kita sadari ternyata perasaan tersebut merupakan tanda-tanda semakin dekatnya akhir zaman.

7. Ilmu agama yang mulai tercabut perlahan dengan wafatnya para ulama
Saat ini banyak sekali para ulama yang meninggal dunia. Hal ini menyebabkan ilmu agama mulai tercabut secara perlahan. Karena saat para ulama meninggal dunia, maka akan semakin berkurang penyebar ilmu agama, sehingga yang tersisa adalah orang-orang yang tak berilmu. Sehingga ilmu agama akan semakin hilang dari diri manusia.

8. Berkurangnya orang-orang baik dan banyaknya orang-orang jahat
Salah satu tanda-tanda akhir zaman adalah berkurangnya orang baik dan banyaknya orang jagat. Dapat kita lihat sekarang, betapa banyak anak yang berani dan durhaka kepada orang tuanya sehingga ia menjadi orang yang jahat. Semakin banyaknya orang-orang jahat pun berawal dari anak yang durhaka kepada orang tua. Banyaknya orang jahat menyebabkan semakin berkurangnya orang baik dan inilah tanda-tanda akhir zaman semakin dekat.

9. Orang yang mencintai agama seperti memegang bara api
Maksud dari perkataan ini adalah pada saat ini banyak sekali orang yang berniat baik justru dijelek-jelekkan oleh semua orang. Banyak orang yang benar dan berjalan di jalan Allah justru disalahkan. Banyak orang yang berniat untuk berhijrah justru menjadi bahan ejekan dan olokan orang lain. Hal inilah yang terjadi pada saat ini. Untuk itu, bagi kalian yang berniat baik dan berhijrah ke jalan Allah, tetaplah bersabar dan tetaplah pada pendirianmu atas dasar Allah, walaupun kamu seolah seperti memegang bara api. Walaupun banyak yang memaci maki dan menghinamu, namun ingatlah bahwa Allah tetap bersamamu. Tetaplah bersabar.

Sekian ulasan 9 perkataan Rasulullah SAW yang sudah terjadi saat ini. Semoga bermanfaat. :)

Rabu, 27 Juni 2018

Lirik dan Terjemahan Tujhe Yaad Na Meri Aayee


Song : Tujhe Yaad Na Meri Aayee
From Movie : Kuch Kuch Hota Hai
Singer : Alka Yagnik, Udit Narayan
Lagu ini menggambarkan kekecewaan seorang wanita terhadap orang yang dicintainya, karena orang tersebut telah melupakan dirinya yang sangat menyayanginya, tidak lagi mengingat akan perasaannya, dan tidak memerdulikan perasaannya yang selalu mencintainya. Perasaan kecewa karena orang yang dicintainya telah mencintai orang lain, bukan dirinya lagi.

Alka Yagnik & Udit Narayan - Tujhe Yaad Na Meri Aayee

Raba Mere Ishq Kisii Ko Aise Na Tadapaa'e
Oh tuhan cinta datang dengan begitu rasa sakit
Dil Kii Baat Rahe Is Dil Men
Sisa sisa cinta tulus dalam hati
Honthon Tak Na Aa'e
Tidak pernah melewati bibir seseorang
Na Aa'e
Tidak pernah


Aaa aaaa

Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Dil Roya Ki Ankh Bhar Aayi-2
Hatiku menjerit dan Mataku penuh air mata
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan


Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Dil Roya Ki Ankh Bhar Aayi-2
Hatiku menjerit dan Mataku penuh air mata
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan


Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan

Aaa aaaa

Tujhe Har Khushi Dedi
Aku memberikanmu kebahagiaan
Labon Ki Hansi Dedi
Aku memberikanmu senyum dari bibirku

Zulfon Ki Ghata Lehray
Awan rambutmu bergelombang
Paigham Wafa Ke Layi
Ini membawa pesan kesetiaan

Toone Achhi Preet Nibhayi-2
Tapi kau tidak peduli pada cintaku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan


Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan

Woh Chand Mere Ghar Aangan Ab To Aayega
Bulan yang sekarang akan datang ke rumahku
Tere Soone Is Aanchal Ko Woh Bhar Jayega
Selendang kosong darimu akan di isi dia
Teri Kardi God Bharayi-2
Kau telah mengisi rahimku

Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Dil Roya Ki Ankh Bhar Aayi-2
Hatiku menjerit dan Mataku penuh air mata
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan

Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan

Aaa aaaa

O Mahiyaa, O Mahiyaa
Oh Kekasih Oh kekasih


Khata Ho Gayi Mujhse
Ini adalah kesalahan yang kuperbuat
Kaha Kuch Nahin Tumse
Aku tidak mengucapkan apa apa padamu

Ikrar Jo Tum Kar Paate
Jika kau telah menyadari
To Door Kabhi Na Jaate
Jangan pernah pergi jauh dariku lagi

Koi Samjhe Na Peer Parayee-2
Tidak ada yang memahami penderitaan orang lain

Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan


Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Dil Roya Ki Ankh Bhar Aayi-2
Hatiku menjerit dan Mataku penuh air mata
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan


Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan
Tujhe Yaad Na Meri Aayee
Kau tidak mengingatku
Kisise Ab Kya Kehna
Sekarang apa yang harus ku katakan

Aaa aaaa

Minggu, 24 Juni 2018

Cinta Untukmu dan Untuk-Nya (Part 4)


●Kesedihan dan Penyesalan●
Keheningan menyelimuti hati. Kepedihan tak terbalaskan. Kesunyian selalu menemani. Malam demi malam seolah tak ingin menemani. Sesaat terdiam namun semua tiada arti. Hanya satu yang menemani, air mata. Air mata sedih, rindu, cinta, lega, penyesalan, ampunan, do'a, sujud, ikhtiar, semua tercampur menjadi satu. Tak ada yang bisa menggambarkan perasaan ini, tak satupun. Do'a tiada henti terucap. Istighfar selalu terpancar dari mulut ini. Namun perasaan kosong dan hampa tak kunjung berhenti. Perih, itu yang kurasakan.
Setelah kejadian itu, Tian tak pernah sekalipun menghubungiku. Aku tau, pasti ia sangat terkejut akan keputusanku. Tapi inilah yang terbaik. Mungkin ia menganggapku jahat dan sangat egois. Namun aku memikirkan kebaikannya, kebaikan bersama. Memang aku tak menceritakan semua alasannya, termasuk ibu yang sakit, tapi semata-mata aku ingin agar tidak ada penyesalan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, termasuk kondisi ibu. Aku tak ingin ia ikut memikirkan kondisi ibu.
Perasaan ingin kembali, selalu terngiang. Namun aku menghilangkan perasaan tersebut dengan selalu beristighfar dan berpasrah kepada takdir Allah. Aku bersedih karena harus mengikhlaskannya dan terkadang kenangan tentangnya selalu muncul, namun aku juga bersedih karena aku merasa bahwa kenangan itu juga mengandung banyak kesalahan dan dosa, aku terus memohon ampun kepada-Nya. Air mata tak kunjung berhenti, bahkan aku pun takut untuk keluar kamar dan bertemu ayah ibu. Entah apa yang mereka pikirkan jika melihat anaknya menangis.
Boneka darinya selalu ku peluk dengan erat. Aku terus meyakinkan kepada diriku sendiri bahwa aku kuat, aku bisa mengikhlaskannya, dan ini adalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang membawa kebaikan untuknya. Aku terus meyakinkan diriku bahwa dia akan mengerti dan jika dia memiliki perasaan yang sama besarnya denganku, maka dia pun akan senantiasa menunggu hingga saatnya nanti. Aku pun terus meyakinkan diriku bahwa aku bisa menunggunya, menunggu hingga saat Allah menakdirkan dengan jalan-Nya. Tangisanku tak terbendung, saat semua telelap dalam tidur, aku pun masih terjaga. Namun syukurlah aku dapat menyembunyikannya dari ayah dan ibu.
Kekhawatiran selalu mempermainkanku. Tak bisakah untuk dihentikan? Iya, aku selalu khawatir akan keadaan Tian. Apakah Tian baik-baik saja? Mungkin aku hanya bisa menanyai keadaannya melalui teman-temannya. Saat mereka mengatakan Tian baik-baik saja, hatiku pun lega. Namun aku tak bisa untuk terus menerus mengkhawatirkannya. Walaupun terkadang rutinitas dan kegiatannya membuatku khawatir, tapi aku bukan siapa-siapanya lagi. Mungkin aku pun sudah tak berarti baginya. Walaupun aku meyakini bahwa perasaan Tian sama besarnya denganku, namun tak dapat kupungkiri jika ternyata ia tak memiliki perasaan sebesar itu dan mungkin akan mencari wanita lain atau kembali dengan mantan kekasih atau "gebetan". 
Aku selalu menyendiri. Walau di sekolah kami bertemu, kami tak saling menyapa. Aku hanya ingin agar kami bisa berteman lagi seperti dulu, akan tetapi aku merasa ia tak menginginkannya. Dia terasa sangat dingin dan asing bagiku. Benar-benar asing. Andaikan dia tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku hancur, akan tetapi aku bahagia karena kehancuranku ini akan membawa kebahagiaan untuknya atas dasar-Nya.
Namun suatu ketika kehancuranku benar-benar mendalam. Keyakinanku akan dirinya seolah telah dipatahkan. Aku tak menyangka hal itu terjadi. "KECEWA" hanya itu yang bisa tergambar dari perasaanku. Di depan mataku sendiri, kejadian itu terjadi. Apakah dia kembali dengannya?

Meraih Impian (Cerita Sejarah Pribadi)

Kala itu bertepatan pada hari kartini, terdapat seorang anak yang mulai membuka mata untuk pertama kalinya. Tangisan terdengar saat ia mula...