Minggu, 17 Juni 2018
Cinta Untukmu dan Untuk-Nya (Part 2)
●Kebersamaan Kami●
Hari-hari pun berlalu dengan semestinya. Iya, semestinya dua insan yang sedang berpacaran. Pasti semua tahu bagaimana sikap anak muda jika berpacaran. Kegiatan rutin yang mukin bagi kebanyakan anak muda itu menjadi hal yang biasa dan lumrah adanya. Bergandengan tangan, sering duduk bersebelahan, chat setiap hari, panggilan khusus, nonton bareng, saling perhatian, dan lain sebagainya. Saat itu aku sangat senang dan berpikir bahwa hal-hal tersebut adalah hal yang sangat menyenangkan. Pertengkaran-pertengkaran ringan hingga serius pun pernah kami alami dan lalui bersama. Candaan yang tak lucu hingga benar-benar lucu pun selalu ada diantara perbincangan kami. Bahkan gombalan-gombalan yang tidak jelas pun selalu keluar dari mulut manisnya itu. Tak dapat kupungkiri, saat itu aku sangat menyukainya. Dan rasa cintaku pun perlahan menjadi rasa sayang yang teramat untuknya. Iya, aku menyayanginya. Aku menyayangi Tian.
Suatu hari dia pernah sakit, mual dan kedinginan. Tanpa berpikir panjang, aku langsung mencarikannya obat dan minyak kayu putih. Entah mengapa, saat aku melihat dia sakit, hatiku terasa sangat khawatir. Aku tak ingin melihatnya sakit. Intinya, aku tak ingin sampai hal buruk terjadi padanya. Obat pun langsung kuberikan padanya. Dan karena ia merasa kakinya kedinginan, aku langsung mengolesi kakinya dengan minyak kayu putih. Saat itu dia bilang "Jangan, kakiku kotor. Nanti tanganmu juga kotor". "Gapapa" jawabku. Dalam hati aku berkata, tak apa tanganku kotor, aku tak peduli, yang terpenting dia sembuh. Iya, hanya itu yang ku mau.
Sudah menjadi rahasia umum dan pastinya dialami oleh semua pasangan yang berpacaran, saat sang kekasih lesu, kata yang terlontar dari pacarnya adalah "Kamu baik-baik saja?". Saat sang kekasih terlihat pucat, kata yang terlontar dari pacarnya adalah "Kamu sakit?" sembari memegang keningnya atau menggenggam tangannya. Dan satu hal yang menjadi kebiasaan adalah saat ditengah pertengkaran, lelaki pasti bilang "maaf ya. Kamu nggak salah kok. Aku yang salah", dan disaat itulah wanita merasa senang dan nanti pada akhirnya dia menyadari kesalahannya (jika memang yang salah wanita). Karena memang pada dasarnya wanita sulit untuk mengalah sih dan selalu menuntut agar dimengerti. Ada juga saat sang wanita sulit tidur, pasti dia ingin agar lelaki menelponnya dan menemaninya, dan disaat itulah sang lelaki langsung dengan sigapnya menelpon dan siap menemani 24 jam. Selain itu satu kegiatan yang paling romantis menurut anak muda jaman sekarang adalah saat sang wanita mengantuk, lelaki pasti akan menyediakan pundak untuknya sebagai tempat untuk bersandar, benar kan?. Semua hal itu pun terjadi dalam hubungan kami. Dan saat mengalaminya, aku memang sangat senang dan malu. Walau terkadang Tian sulit untuk menyelesaikan permasalahannya langsung dan cenderung diam saat bertengkar denganku.
Dia termasuk seseorang yang rajin akan ibadahnya dan sangat sederhana. Aku suka akan kesederhanaannya, karena itulah yang membuatku merasa nyaman saat bersamanya. Namun aku tak pernah menyadari bahwa aku mencintainya dengan cara yang salah, benar-benar salah.
Tanggal 4 April adalah tanggal yang terpenting untukku. Tanggal dimana pertama kalinya aku bernapas di dunia ini. Tanggal dimana aku menangis untuk pertama kalinya. Iya, tanggal itu ada hari kelahiranku. Dan di tahun ini, yang berbeda adalah aku memilikinya. Aku sangat terkejut saat di sore hari ada yang mengetuk pintu rumah. Dan ternyata mereka adalah Tian dan teman-teman terdekatku. Pantas saja dia tak mengucapkan selamat untukku sejak pagi. Dan di momen inilah dia memberiku sebuah kado. Iya, sebuah boneka lucu dan cukup besar. Didalamnya pun terdapat kartu ucapan "Selamat Ulang Tahun Putri ku. Semoga selalu menjadi anak yang berbakti dan menjadi anak yang sholeha. Aamiin". Ya, ucapan singkat itu tak kusangka mungkin berpengaruh padaku secara bertahap dan aku mulai merasakannya.
Lima bulan lebih kami berpacaran. Suatu hari aku merasakan sesuatu yang tak biasa. Sesuatu yang menggetarkan hatiku secara tiba-tiba. Sesuatu yang membuat diriku merasa takut, khawatir, cemas, dan bingung. Dan keesokannya aku mengatakan sesuatu kepada Tian, "Tian, maaf sebelumnya. Jangan pernah marah dan tersinggung kepadaku. Aku merasa hubungan kita tak bisa diteruskan. Ini salah Tian, benar-benar salah. Maafkan aku. Kita harus mengakhirinya". Namun mengapa Tian diam saja? Apa aku salah?
Jumat, 15 Juni 2018
Cinta Untukmu dan Untuk-Nya (Part 1)
●Resmi Pacaran?!●
Karena perkataan Tian di telepon, aku merasa semakin canggung saat bersamanya di kelas. Walaupun Tian semakin mendekatiku, namun jujur, rasa takut masih menyelimutiku. Aku tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Memang aku pernah menyukai seorang pria, tetapi hal tersebut berujung dengan ia menyakitiku. Dalam hati berkata, “Aku takut Ya Allah..”. Namun sebenarnya, apakah aku pantas membawa Allah dalam hal ini? Karena sebenarnya aku tahu, hal seperti ini dalam dunia remaja akan berujung dengan peristiwa yang biasa disebut dengan “Pacaran”. Namun kala itu, sifat keremajaanku cenderung lebih kuat daripada rasa keimananku kepada-Nya.
Senja itu, bel berbunyi menandakan bahwa pelajaran telah usai. Aku mulai mengemasi buku dan alat tulisku. Namun seketika aku merasa ada seseorang disampingku. Dan ternyata benar, seseorang itu adalah Tian. Dengan tatapan penuh rasa khawatir, cemas, takut, dan malu sangat terpancar dari matanya. Dengan tatapan itu membuat suasana seketika dingin bagiku. Aku yang masih bingung akan kehadirannya tetap membereskan perlengkapan tulisku hingga selesai tanpa menghiraukannya namun dia tetap berada disampingku dengan senyuman dan tatapannya itu. Akhirnya aku memecah keheningan itu dengan berkata “Ada apa Tian? Mau ngomong sesuatu?”. Dan dia menjawab “Iya Put, aku mau ngomong sesuatu”. Dengan helaan nafas, dengan perlahan ia berkata “Put, apakah kamu mau?”. Detak jantungku semakin tak karuan setelah mendengarnya. Sebenarnya aku mulai mengerti arah pembicaraan ini, namun aku berusaha bersikap santai dan tidak canggung dengan melontarkan candaan “Mau? Mau apa? Mau es krim? Kalau itu aku maul ah.. hehe.. tumben mau beliin es krim..”. Namun wajahnya yang serius dan malu itu pun menyiratkan bahwa ia ingin segera menegaskan perkataannya. “Bukan itu Put. Putri, apakah kamu mau menjadi pacarku?”. Seketika aku terdiam kebingungan. Rasa tak percaya menyelimutiku. Apakah Tian benar-benar mengatakan ini? “Kamu boleh kok tidak memberiku jawaban sekarang. Aku siap menunggu jawabanmu.” lugasnya. Perasaanku berkecamuk, baru kali ini ada seorang pria yang menyatakan permitaannya itu secara langsung didepanku. Dan tiba-tiba mulut ini menjawab “Aku tak mau menjawabnya besok. Jawabanku, Iya, aku mau”. Seketika senyumannya terpancar saat mendengar jawabanku itu. “Tapi tolong, jangan pernah menyakitiku, karena aku takut hal seperti itu terjadi lagi kepadaku.” ujarku. “Iya, aku takkan pernah mnenyakitimu dan membuatmu kecewa. Terima Kasih.” Jawabnya dengan penuh senyuman.
Apakah ini benar-benar terjadi? Aku dan Tian sekarang berpacaran? Serius? Aku memiliki pacar? Sulit dipercaya. Kala itu aku terlampau senang hingga lupa akan kecintaanku kepada Allah. Hatiku serasa meloncat dan berbunga-bunga. Ingin rasanya ku umumkan pada semua orang tentang ini. Iya, tanggal 21 Maret 2012 aku resmi menjadi “Pacar Tian Dwi Mahendra”.
Kamis, 14 Juni 2018
Amalan Malam Idul Fitri
Amalan Malam Idul Fitri
Pertama: Mandi di saat matahari terbenam
Kedua; Menghidupkan malam ini dengan doa, istighfar, memohon kepada Allah dan bermalam di masjid.
Ketiga; Membaca Takbir berikut setelah melaksanakan shalat maghrib, isya, subuh dan shalat Hari Raya Idul Fitri
Kedua; Menghidupkan malam ini dengan doa, istighfar, memohon kepada Allah dan bermalam di masjid.
Ketiga; Membaca Takbir berikut setelah melaksanakan shalat maghrib, isya, subuh dan shalat Hari Raya Idul Fitri
اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لاَ اِلـٰهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ، الْحَمْدُ ِللهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى مَا اَوْلاَنَا
Allâhu Akbaru Allâhu Akbar(u), Lâ ilâha illallâhu wallâhu Akbar, Allâhu akbaru wa lillâhil-hamd(u). Al-hamdu lillâhi ‘alâ mâ hadânâ wa lahusy-syukru ‘alâ mâ awlânâ
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji milik Allah; Alhamdulillah kami panjatkan puji pada-Nya yang telah menunjuki kami, kami sampaikan rasa syukur pada-Nya yang telah menyayangi kami.
Keempat; Shalat dua rakaat bakdah shalat Maghrib dan nafilah maghrib. Rakaat pertama setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash (1000 kali) atau (100 kali). Pada rakaat kedua setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash (sekali). Kemudian setelah salam melakukan sujud seraya membaca (100 kali) Atûbu ilallâh (Aku bertaubat kepada Allah). Dan kemudian mengangkat kedua tangan ke langit membaca:
يَا ذَا الْمَنِّ وَالطَّوْلِ يَا ذَا الْجُوْدِ يا مُصْطَفِيَ مُحَمَّدٍ وَنَاصِرَهُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاغْفِرْ لِي كُلَّ ذَنْبٍ اَحْصَيْتَهُ وَهُوَ عِنْدَكَ فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ
Yâ dzal-manni wath-thaul(i), yâ dzal-jûdi, yâ musthafiya Muhammadin wa nâshirah(u), shalli ‘al â Muhammadin wa âli Muhammad(in), waghfirlî kulla dzanbin ah-shaitahu wahuwa ‘indaka fî kitâbin mubîn
Wahai Yang Memiliki karunia dan anugrah, wahai Yang Memiliki kedermawanan, wahai Yang Memilih Muhammad dan Menolongnya, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, dan ampuni seluruh dosaku yang telah Kau hitung, ia ada di sisi-Mu di dalam Kitab yang nyata.
Kemudian memohon kepada Allah hajat yang diinginkan, insya Allah diijabah.
Kelima: Ziarah (membaca doa ziarah) kepada Imam Husein (sa)
Keenam: Membaca doa berikut (10 kali):
يَادَآئِمَ اْلفَضْلِ عَلَى اْلبَرِيَّةِ، يَا بَاسِطَ اْليَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ، يَاصَاحِبَ الْمَوَاهِبِ السَّنِيَّةِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً، وَاغْفِرْ لَنَا يَا ذَا الْعُلَى فِي هٰذِهِ الْعَشِيَّةِ
Yâ dâ’imal-fadhli ‘alal-bariyyah, yâ bâsithal-yadaini bil-‘athiyyah, yâ shâhibal-mawâhibis-saniyyah, shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi khairil-warâ sajiyyah, wagh-firlanâ yâ dzal-‘ulâ fî hâdzihil-‘asyiyyah
Wahai Yang Selalu Memberi karunia pada makhluk-Nya, wahai yang tangan-Nya terbuka dengan pemberian-Nya, wahai Pemilik karunia yang mulia, Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya manusia yang terbaik akhlaknya, dan ampuni kami pada malam ini wahai Yang Maha Mulia.
Ketujuh; Shalat 10 rakaat seperti shalat pada malam terakhir bulan Ramadhan.
Kedelapan; Shalat 14 rakaat. Setiap rakaat setelah Fatihah membaca ayat Kursi (sekali) dan Surat Al-Ikhlash (3 kali).
Kesembilan; Mandi sunnah di akhir malam, kemudian pergi ke Mushalla atau Masjid, duduk dan berdzikir sehingga terbit fajar.
Rabu, 13 Juni 2018
Cinta Untukmu dan Untuk-Nya
●Prolog●
Kesejukan yang terasa saat itu tak sependapat dengan hati. Siang itu di kelas yang sangat dingin namun terasa menyesakkan, hatiku terasa seperti dihimpit oleh ribuan batu itu pun tak berhenti berdegup kencang saat seseorang yang tak kusangka akan mengatakan itu, ternyata dengan beraninya duduk dihadapanku dan berkata “Apakah kamu mau menjadi pacarku?”. Namun pertanyaan ini tak berjalan indah sesuai yang kubayangkan. Karena dengan kata-kata ini aku menemui lika-liku yang tak kusangka akan terjadi padaku. Lika-liku yang membawaku menuju kepada-Nya sehingga ada kalanya aku bersyukur karena telah mengenal "dia".
Namaku Putri Aprillia, atau bisa dipanggil Putri. Saat itu aku masih berusia 16 tahun dan lebih tepatnya aku masih kelas 2 sma. Aku memiliki 5 orang sahabat. Mereka bernama Nuri, Wati, Risma, Fiya, dan Tasya. Mereka adalah sahabat yang paling berharga bagiku. Aku bersyukur karena Allah mengrimkan mereka untuk menjadi sahabatku. Mereka sangat perhatian kepadaku. Bahkan kami pun selalu bersama-sama. Namun kebiasaan itu sedikit berubah sejak aku mulai dekat dengan “dia”.
Aku dan dia sebenarnya sering bertengkar. Kami pun terkadang saling mengolok dan mengejek satu sama lain. Banyak sekali dari teman kami yang memperingatkan “Hati-hati, benci jadi cinta lohh”, tapi aku tak menghiraukan mereka sama sekali karena bagiku itu sangat mustahil, karena dunia ini bukan dunia ftv. Suatu hari, notif chatku mendadak ramai. Dia yang ternyata mulai memberikan perhatian kepadaku. Dia bernama Tian, teman sekelasku. Awalnya aku merasa bahwa Tian hanya sebatas temanku. Dia selalu mengirimiku pesan yang awalnya membahas pelajaran berlanjut dengan menceritakan kesehariannya bahkan diselingi candaan, yang berawal memanggil layaknya seorang teman hingga panggilan “aku” dan “kamu”. Walaupun kenyataan saat di kelas kami tak sedekat itu, tapi aku merasa sangat senang, terlebih lagi saat kusadari bahwa yang memberi perhatian itu adalah Tian. Seiring berjalannya waktu, kami pun semakin dekat. Ketika kedekatan kami berjalan 2 minggu, tak kusangka Tian menelponku. Setelah perbincangan kami, tiba-tiba dia mengatakan “Sebenarnya selama ini aku suka sama kamu, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya langsung. Maaf..”. Seketika aku merasa sangat kaget. Hatiku berdetak tak karuan. Apa maksudnya dan mengapa dia bilang seperti ini tiba-tiba. Semua pertanyaan itu terngiang dikepalaku. Bibir tak sanggup untuk menjawabnya. Dibalik telpon ini terdengar suara “Putri? Kamu masih disitu kan?”. Aku pun hanya menjawab “Iyaa..”. “Aku tahu, kamu pasti kaget. Tapi aku pasti akan segera menyatakannya langsung kepadamu. Hanya saja aku menunggu waktu dan saat yang tepat. Dan aku mau agar kamu siap juga. Sebenarnya cuma ini yang mau kukatakan, aku tutup ya telponnya. Assalamu’alaikum..”. “Wa’alaikumsalam” jawabku. Seketika aku tak bisa berpikir. Aku tak bisa memahami Tian. Memang aku menyukainya, tapi ini terlalu mendadak. Aku takut.
Jumat, 29 Desember 2017
Arti Kenangan
Saat Kesunyian menghampiri, terkadang kita tertawa dengan sendirinya..
Terkadang kita senyum dengan sendirinya...
Bahkan terkadang kita menangis dengan sendirinya...
"KENANGAN" mungkin kata itu sangat tepat.
Saat kenangan manis menghampiri ingatan..
Senyum yang terpancar menandakan begitu manisnya kenangan itu...
Namun arti Kenangan menandakan bahwa kisah selanjutnya berkebalikan dengan kenangan itu sendiri. Jika tak berkebalikan, itu berarti "Ingatan" , karena lanjutan ingatan bisa sama ataupun berkebalikan..
Itu berarti jika Kenangan manis yang kita ingat, senyum kita lama-lama pasti akan memudar karena kisah selanjutnya lambat laun terasa menyedihkan...
Dan akan mengakibatkan kita selalu berusaha untuk melupakannya...
Namun sekeras apapun kita berusaha, justru kenangan itu akan semakin melekat...
Karena kita terlalu fokus untuk melupakannya sehingga tanpa terasa kita fokus untuk mengingatnya..
Yang harus kita lakukan bukan melupakannya, tetapi membuatnya seolah-olah biasa saat kita pikirkan...
Membuat kenangan manis itu seolah-olah tak mempengaruhi kita...
Membuat kenangan manis itu tak mengukir senyum di wajah kita...
Tak usah dipikirkan dan tak usah dilupakan...
Bersikaplah biasa seolah kenangan manis itu tak pernah terjadi...
Jika kau tak pernah tersenyum saat kenangan manis itu menghampirimu, maka kau telah berhasil melupakannya..
Anggaplah kenangan itu sebagai pelajaran berharga untukmu.. agar kau tak pernah merasakan kesedihan yang mendalam untuk selanjutnya...
Begitu pula dengan kenangan pahit, tak perlu kau lupakan...
Jadikanlah itu seolah benda tak terpakai atau benda bekas yang tak bisa digunakan namun masih bernilai jika dijual..
Kenangan pahit itu memang tak bisa dipungkiri, namun ia dapat menjadi acuan hidupmu agar lebih baik lagi setelah kebaikan yang kau terima sebagai kelanjutan dari kenangan pahit..
Karena setiap kenangan itu Berarti...
Karena setiap kenangan itu Ukiran Hidupmu...
Karena setiap kenangan itu Bernilai..
Meskipun terkadang kita tak menyadari itu..
Terkadang kita senyum dengan sendirinya...
Bahkan terkadang kita menangis dengan sendirinya...
"KENANGAN" mungkin kata itu sangat tepat.
Saat kenangan manis menghampiri ingatan..
Senyum yang terpancar menandakan begitu manisnya kenangan itu...
Namun arti Kenangan menandakan bahwa kisah selanjutnya berkebalikan dengan kenangan itu sendiri. Jika tak berkebalikan, itu berarti "Ingatan" , karena lanjutan ingatan bisa sama ataupun berkebalikan..
Itu berarti jika Kenangan manis yang kita ingat, senyum kita lama-lama pasti akan memudar karena kisah selanjutnya lambat laun terasa menyedihkan...
Dan akan mengakibatkan kita selalu berusaha untuk melupakannya...
Namun sekeras apapun kita berusaha, justru kenangan itu akan semakin melekat...
Karena kita terlalu fokus untuk melupakannya sehingga tanpa terasa kita fokus untuk mengingatnya..
Yang harus kita lakukan bukan melupakannya, tetapi membuatnya seolah-olah biasa saat kita pikirkan...
Membuat kenangan manis itu seolah-olah tak mempengaruhi kita...
Membuat kenangan manis itu tak mengukir senyum di wajah kita...
Tak usah dipikirkan dan tak usah dilupakan...
Bersikaplah biasa seolah kenangan manis itu tak pernah terjadi...
Jika kau tak pernah tersenyum saat kenangan manis itu menghampirimu, maka kau telah berhasil melupakannya..
Anggaplah kenangan itu sebagai pelajaran berharga untukmu.. agar kau tak pernah merasakan kesedihan yang mendalam untuk selanjutnya...
Begitu pula dengan kenangan pahit, tak perlu kau lupakan...
Jadikanlah itu seolah benda tak terpakai atau benda bekas yang tak bisa digunakan namun masih bernilai jika dijual..
Kenangan pahit itu memang tak bisa dipungkiri, namun ia dapat menjadi acuan hidupmu agar lebih baik lagi setelah kebaikan yang kau terima sebagai kelanjutan dari kenangan pahit..
Karena setiap kenangan itu Berarti...
Karena setiap kenangan itu Ukiran Hidupmu...
Karena setiap kenangan itu Bernilai..
Meskipun terkadang kita tak menyadari itu..
Kamis, 28 Desember 2017
Tak Sempurna
Setiap orang memang tak sempurna.
Namun jangan remehkan ia.
Terkadang, dalam hatinya ada pertengkaran.
Saat ia tersadar bahwa yang ia inginkan hanya berusaha untuk berguna bagi lainnya dalam ketidaksempurnaannya.
Pertengkaran yang selalu memaksa dirinya untuk menolong yang lain.
Namun selalu terjebak dalam situasi yang bahkan tak bisa ia ceritakan.
Ia hanya berusaha menyimpan walau ia tahu tak semua orang menghargai atas gejolak hatinya.
Dalam diamnya, rasa bersalah selalu muncul karena perasaan yang mengatakan bahwa dirinya tak bisa berguna untuk orang lain.
Tapi apa daya jika ia benar benar terkurung dengan keadaannya dan tak bisa melepaskannya walau sekeras apapun ia berusaha.
Air mata nya hanya bisa memendam rasa bersalah.
Terkadang ia merasa bahwa hidupnya tak sebebas orang lain.
Namun ia yakin bahwa keputusannya benar.
Walau kekesalan menghampirinya di setiap malam.
Ia hanya berharap bahwa semua orang dapat mengerti akan keadaannya.
Ia hanya berharap bahwa semua orang dapat mengerti akan ketidakberdayaannya.
Ia hanya berharap bahwa semua orang dapat menghargai atas usahanya walau tak ternilai.
Ia hanya berharap dapat mengatakan kata maaf atas penyesalannya dalam keadaannya.
Keadaan yang Tak Sempurna.
Selasa, 19 Desember 2017
Kiasan Hati Tak Berarti
Ungkapan tak Berarti
Banyak perasaan yang tak bisa diungkapkan. Banyak ungkapan yang tak bisa ditunjukkan. Banyak hal yang ingin ditunjukkan namun terhalangi oleh rasa takut. Dan rasa takut itulah yang membuat kebungkaman palsu.
Banyak yang tak mengerti dan memahami setiap detik dari kata yang terlontarkan oleh seseorang. Jangan pernah menilai seseorang dengan ucapannya. Karena setiap perkataan dan ucapan seseorang pasti memiliki makna yang terkadang tak semua orang tahu. Menyakitkan bila kau dinilai oleh seseorang hanya karena ucapanmu, terlebih jika penilaian itu sama sekali tak tepat. Namun terkadang kita lebih memilih jalan untuk diam membisu dan membiarkannya hanya karena rasa takut akan perdebatan yang berujung pertengkaran. Namun tak seharusnya kita selalu memilih jalan untuk diam, karena penjelasan itu perlu. Maka dari itu, pahamilah setiap perkataan seseorang sebelum penyimpulanmu berbuah pedang yang siap menusuk perasaan seseorang.
Pertemanan Tak Berarti
Terkadang dengan menghilangnya seseorang dapat memudahkan seseorang untuk melupakannya. Apa artinya seorang teman yang tak pernah akrab saat bertemu, namun akrab saat berpisah. Walaupun bagi sebagian seseorang itu adalah harapan dalam memulai pertemanan, namun apa artinya bila tak berarti bagi seseorang yang diharapkan untuk berteman. Pada kenyataannya, keakraban setelah berpisah sama sekali tak menjamin adanya pertemanan. Setelah tercipta kenyamanan dalam menceritakan segala sesuatunya dan adanya antar kepedulian, sakit rasanya bila salah satunya secara tiba tiba menghilangkan rasa peduli itu. Dan disaat itulah, seseorang yang masih peduli hanya bisa diam dan tak bisa memulai. Ia hanya takut memaksakan kepeduliannya untuk seseorang yang tak lagi peduli padanya. Ia sadar bahwa pertemanan itu takkan bertahan lama, karena tak pernah ada pertemuan. Ia merasa bahwa pertemanan ini hanya sebuah kebetulan yang terjalin karena pertemuan sementara suatu moment. Bahkan ketidakpedulian itu hilang tanpa jejak. Banyak hal yang ingin disampaikan olehnya yang masih peduli. Ia ingin berkata bahwa yang ia inginkan hanya sebuah pertemanan. Ia hanya ingin seseorang yang mendukungnya kapanpun. Ia hanya ingin seseorang yang selalu ada bahkan saat ia menggila karena kesedihannya sekalipun. Namun ia tak bisa mengungkapkan itu semua karena ketakutan yang menguat. Ia takut jika ia akan semakin kehilangan sosok yang pernah menjadi temanya itu. Ia hanya bisa menuliskannya saja, namun tidak untuk mengutarakan secara langsung kepadanya. Ia hanya ingin bahwa seseorang disana mengira bahwa ia baik baik saja tanpanya. Andaikan seseorang itu tahu bahwa yang ia inginkan adalah pertemanan yang terus berlangsung sampai kapanpun. Namun apa artinya harapan itu bila seseorang yang ia harapkan lama kelamaan akan semakin menghilang dari kehidupannya. Yang pasti, ia hanya bisa memutuskan untuk melupakan seseorang itu.
Banyak perasaan yang tak bisa diungkapkan. Banyak ungkapan yang tak bisa ditunjukkan. Banyak hal yang ingin ditunjukkan namun terhalangi oleh rasa takut. Dan rasa takut itulah yang membuat kebungkaman palsu.
Banyak yang tak mengerti dan memahami setiap detik dari kata yang terlontarkan oleh seseorang. Jangan pernah menilai seseorang dengan ucapannya. Karena setiap perkataan dan ucapan seseorang pasti memiliki makna yang terkadang tak semua orang tahu. Menyakitkan bila kau dinilai oleh seseorang hanya karena ucapanmu, terlebih jika penilaian itu sama sekali tak tepat. Namun terkadang kita lebih memilih jalan untuk diam membisu dan membiarkannya hanya karena rasa takut akan perdebatan yang berujung pertengkaran. Namun tak seharusnya kita selalu memilih jalan untuk diam, karena penjelasan itu perlu. Maka dari itu, pahamilah setiap perkataan seseorang sebelum penyimpulanmu berbuah pedang yang siap menusuk perasaan seseorang.
Pertemanan Tak Berarti
Terkadang dengan menghilangnya seseorang dapat memudahkan seseorang untuk melupakannya. Apa artinya seorang teman yang tak pernah akrab saat bertemu, namun akrab saat berpisah. Walaupun bagi sebagian seseorang itu adalah harapan dalam memulai pertemanan, namun apa artinya bila tak berarti bagi seseorang yang diharapkan untuk berteman. Pada kenyataannya, keakraban setelah berpisah sama sekali tak menjamin adanya pertemanan. Setelah tercipta kenyamanan dalam menceritakan segala sesuatunya dan adanya antar kepedulian, sakit rasanya bila salah satunya secara tiba tiba menghilangkan rasa peduli itu. Dan disaat itulah, seseorang yang masih peduli hanya bisa diam dan tak bisa memulai. Ia hanya takut memaksakan kepeduliannya untuk seseorang yang tak lagi peduli padanya. Ia sadar bahwa pertemanan itu takkan bertahan lama, karena tak pernah ada pertemuan. Ia merasa bahwa pertemanan ini hanya sebuah kebetulan yang terjalin karena pertemuan sementara suatu moment. Bahkan ketidakpedulian itu hilang tanpa jejak. Banyak hal yang ingin disampaikan olehnya yang masih peduli. Ia ingin berkata bahwa yang ia inginkan hanya sebuah pertemanan. Ia hanya ingin seseorang yang mendukungnya kapanpun. Ia hanya ingin seseorang yang selalu ada bahkan saat ia menggila karena kesedihannya sekalipun. Namun ia tak bisa mengungkapkan itu semua karena ketakutan yang menguat. Ia takut jika ia akan semakin kehilangan sosok yang pernah menjadi temanya itu. Ia hanya bisa menuliskannya saja, namun tidak untuk mengutarakan secara langsung kepadanya. Ia hanya ingin bahwa seseorang disana mengira bahwa ia baik baik saja tanpanya. Andaikan seseorang itu tahu bahwa yang ia inginkan adalah pertemanan yang terus berlangsung sampai kapanpun. Namun apa artinya harapan itu bila seseorang yang ia harapkan lama kelamaan akan semakin menghilang dari kehidupannya. Yang pasti, ia hanya bisa memutuskan untuk melupakan seseorang itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Meraih Impian (Cerita Sejarah Pribadi)
Kala itu bertepatan pada hari kartini, terdapat seorang anak yang mulai membuka mata untuk pertama kalinya. Tangisan terdengar saat ia mula...
-
Song : Tujhe Yaad Na Meri Aayee From Movie : Kuch Kuch Hota Hai Singer : Alka Yagnik, Udit Narayan Lagu ini menggambarkan kekecewaan s...
-
Lagu ini mengajarkan kita betapa besarnya Penantian. Penantian dalam Menjaga Hati. Walaupun kita tak pernah tahu apakah seseorang yang ki...



